Daftar Isi

Hasil Karya Penelitian

Rencana Struktur Tata Ruang Propinsi Jambi

Peran Koridor Perkotaan Terhadap Pembangunan Wilayah Perdesaan
(Studi Transformasi Struktur Wilayah Perdesaan di Koridor Perkotaan Joglosemar)

Business Plan

Bojonegoro

Rencana Detail Tata Ruang dan Rencana Tata Banguanan dan Lingkungan BWK K-1 dan K-2 Kota Kaimana Tahun 2005-2010

 

 

Portfolio PSPPR UGM

Hasil Karya Penelitian

Perencanaan pembangunan, sebagai sebuah bidang studi dan profesi yang sangat tergantung pada perkembangan sosial politik serta perekonomian bangsa, dalam kurun waktu satu sampai dua dekade yang lewat mengalami berbagai perkembangan serta kemajuan.

Selama lebih dari dua puluh lima tahun masa kehidupannya, PSPPR telah menghasilkan berbagai karya yang sangat bervariasi dalam substansi, cakupan, orientasi, kedalaman, maupun derajat praksisnya.

 

Rencana Struktur Tata Ruang Propinsi Jambi

Rencana Struktur Tata Ruang Propinsi sebagai matra Ruang dari Pola Dasar Pembangunan Daerah, memiliki tujuan memberikan arahan pemanfaatan ruang, untuk mewujudkan keterkaitan dan keseimbangan perkembangan antar wilayah yang merupakan perpaduan atau kesesuaian antara kebijakan-kebijakan dalam pola dasar yang sifatnya sesuai dengan sumber daya yang tersedia, dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut, untuk menangani masalah keruangan dalam pembangunan di Propinsi Jambi, dilakukan penyusunan Rencana Struktur tata Ruang Propinsi Jambi oleh Bappeda Propinsi Jambi yang bekerjasama dengan PSPPR UGM.

Pendekatan perencanan yang dipakai adalah perencanaan yang menyeluruh dan terpadu ( comprehenshive and integrated development ).. Dengan pertimbangan utama bahwa sektor strategis Propinsi Jambi bertumpu pada sektor primer (kehutanan pertanian) serta konsentrasi penduduk terutama di daerah-daerah perkotaan, maka pada prinsipnya, konsep penataan ruang Propinsi Jambi mengacu pada model pusat-pusat pertumbuhan ( growth poles ). Dalam konsep ini, ada dua macam daerah yang dipacu pertumbuhannya dengan bidang berlainan, yaitu daerah perkotaan; ditekankan pada jasa pelayanan bagi industri pengolah hasil pertanian dan kehutanan, disamping pengembangan fasilitas perkotaan.

 

Peran Koridor Perkotaan Terhadap Pembangunan Wilayah Perdesaan
(Studi Transformasi Struktur Wilayah Perdesaan di Koridor Perkotaan Joglosemar)

Daerah-daerah perdesaan di sepanjang koridor telah mengalami transformasi struktur wilayah. McGee (1991) menyebuttransformasi tersebut sebagai proses "kota-desasi", yaitu perubahan struktur wialayh agraris ke arah struktur non agraris. Proses transformasi wilayah tersebut bukan hanya spasial tetapi yang lebih penting adalah perubahan sosiekonomik dan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pola, bentuk dan proses trasnformasi wilayah, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi proses transformasi wilayah, (3) menganalisis dampak yang ditimbulkan oleh dinamika transformasi wilayah, dan (4) menyusun model trasnformasi wilayah

Penelitian ini terdiri dari dua tahap pengumpulan dan analisis data yaitu pada level maso dengan menggunakan basis data sekunder serta level mikro dengan menggunakan basis data promer. Pengumpulan dan analisis level meso dilakukan di 724 desa di Koridor Joglosemar dengan metode sensus. Pengumpulan dan analisis data level mikro dilakukan di Desa Tegalyoso (desa pertanian di koridor dalam), Desa Sumberharjo (desa pertanian di koridor luar), Desa Karangjati (desa non pertanian di koridor dalam), dan Desa Samban (desa non pertanian di koridor luar) dengan metode sampel.

Penelitian ini menemukan: (1) pola dan bentuk transformasi wilayah berasosiasi dengan aksesibilitas wilayah, (2) faktor yang menentukan transformasi wilayah adalah faktor karakteristik sosial ekonomi dang penggunaan lahan serta faktor pertumbuhan penduduk, (3) transformasi wilayah berpengaruh terhadap kondisi fisik lahan, kondisi ekonomi penduduk, kondisi sosial penduduk, kondisi kultural penduduk, dan perkembangan wilayah, dan (4) model transformasi wilayah di daerah penelitian terdiri dari dua tipe yaitu model transformasi wilayah berdasarkan desa pertanian dan non pertanian serta model transformasi wilayah berdasarkan koridor dalam dan koridor luar.


Business Plan (Mayawati)


Studi Rencana Induk Pelabuhan Kawasan Industri Perdagangan Serta Relokasi Penduduk di Pelabuhan Bojonegara

Pelabuhan Bojonegara diperlukan untuk mengantisipasi semakin meningkatnya arus bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, dimana pada tahun 2002 arus bongkar muat peti kemas telah mencapai 2,18 juta TEUs dan diperkirakan pada tahun 2010 akan mencapai 3,5 juta TEUs yang merupakan kapasitas maksimum dari Pelabuhan Tanjung Priok. Intensifikasi kegiatan atau ekstensifikasi lahan Pelabuhan Tanjung Priok akan menjadikan sermakin bertambah beratnya beban yang harus disangga oleh infrastruktur Kota Jakarta, terutama di bidang transportasi jalan raya.

Pelabuhan Bojonegara yang berada di Kecamatan Puloampel (kecamatan baru hasil pemekaran dari Kecamatan Bojonegara), Kabupaten serang, Propinsi Banten ini diproyeksikan menjadi pelabuhan internasional hub atau pelabuhan utama primer, sebagai pelabuhan komplementer bagi Pelabuhan Tanjung Priok, terutama dalam pelayanan angkutan barang. Pelabuhan Bojonegara tidak diarahkan untuk melayani angkutan penumpang. Di Pelabuhan Bojonegara akan dialokasikan terminal petikemas internasional dan domestik, terminal multi purpose, terminal roro, dan terminal curah. Sedangkan untuk kawasann industri-perdagangan akan dialokasikan Kapling Siap Bangun (KSB), Customized Factory Building (CFB), Standard Factory Building (SFB), Workshop (WS), Hotel-restoran-rekreasi, wanawisata, dilengkapi pergudangan, parkir dan rumahsakit.

Penyusunan Studi Rencana Induk Pelabuhan, Kawasan Industri dan Perdagangan, Serta Studi relokasi Penduduk di Pelabuhan Bojonegara adalah untuk mendapatkan kerangka dasar rencana pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Bojonegara, Kawasan Industri dan Perdagangan di Pelabuhan Bojonegara sebagai kerangka dasar pengembangan keruangan yang dijabarkan dalam suatu tahapan pembangunan jangka pendek, menengah dan Jangka panjang, serta kerangka dasar pelaksanaan relokasi penduduk di areal yang akan digunakan untuk Pelabuhan dan Kawasan Industri-perdagangan. Hal ini diperlukan untuk menjamin kepastian usaha dan pelaksanaan pembangunan pelabuhan, kawasan industri dan perdagangan yang terencana, terpadu, tepat guna, efisien dan berkesinambungan.


Rencana Detail Tata Ruang dan Rencana Tata Bangunan
dan Lingkungan BWK K-1 dan K-2 Kota Kaimana
Tahun 2005-2010

Berdasar pada fenomena kota, dinamika kota perlu diperhatikan karena wujud suatu kawasan tidak boleh dipandang dari tiga dimensi saja, tetapi dimensi 'waktu' juga merupakan unsur yang sangat mempengaruhi kehidupan suatu kawasan, khususnya pada masa kini. Artinya, perkembangan masyarakat terungkap dalam perkembangan kota. Dinamika ini terjadi secara alamiah karena masyarakat yang hidup selalu mempunyai kecenderungan untuk mengekspresikan kehidupan melalui perkembangannya.

Penyusunan laporan rencana RDTR BWK K-1 dan K-2 Kota Kaimana memiliki maksud secara terperinci untuk penyiapan perwujudan ruang dalam rangka pelaksanaan program-program pembangunan yang sesuai dengan karakter dan potensi yang dimiliki tiap kawasan. Sedangkan penyusunan RTBL adalah untuk perwujudan ruang kawasan-kawasan terpilih dalam rangka pelaksanaan pembangunan citra kawasan. Berkaitan dengan hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Kaimana bekerjasama dengan PSPPR melakukan langkah awal upaya pengelolaan dan penataan perkembangan kota, terutama untuk mengantisipasi perkembangan kota yan pesat di BWK K-1 dan BWK K-2 sebagai dampak dari perubahan status Kaimana sebagai kota Kabupaten.

Dalam pembahasan RDTR, rencana struktur dan pola pemanfaatan ruang yang hendak diciptakan di kawasan BWK K-1 dan K-2 akan memberikan suatu pedoman arahan dan pengendalian bagi pembangunan kawasan fungsional yang akan terbentuk. Kebijakan akan penataan ruang akan diciptakan sesuai dengan tema dan arahan yang sudah ditetapkan dengan memperhatikan keseimbangan dinamika kegiatan ekonomi dan kependudukan dengan daya dukung lingkungan dan infrastruktur kota serta kualitas visual dan potensi fisik kawasan. Dalam pembahasan RTBL kawasan-kawasan terpilih dalam hal ini kawasan perdagangan jalan Trikora sebagai pusat perdaganagan kota sekaligus daerah konservasi bangunan, kawasan sempadan sungai kaki air sebagai kawasan lindung dan rekreasi, kawasan lereng kaki bukit Lawai sebagai daerah lindung tanah longsor, kawasan permukiman di BWK K-2 yang terdiri atas tiga kampung dengan karakter dan muatan potensi alam dan penduduk yang berbeda; dimana secara kualitas visual arsitektur kawasan dan pemanfaatana ruang akan diatur secara tegas namun tetap fleksibel guna mendapat perhatian dalam menciptakan suatu keseimbangan ekologi sebagai acuan dan panduan teknis yang rapi, tertata dan sistematis bagi perangkat dan aturan yang lebih teknis.




Kegiatan yang pernah dilaksanakan

1. Penelitian dan Studi

  • Monitoring Data Perencanaan Pembangunan, Perkembangan Pelaksanaan Operasional melalui Konsultasi Perhubungan Regional WPU-B dan WPU-C (1978), kerjasama dengan Departemen Perhubungan
  • Penyusunan Prosedur Standar Studi Potensi Wilayah Tahap I (1980), kerjasama dengan Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Studi Penerapan Pengembangan Wilayah (1980), kerjasama dengan Proyek Survey dan Perencanaan Umum, Departemen Pekerjaan Umum
  • Penyusunan Inventarisasi Keadaan Sarana dan Prasarana dalam Menunjang Intensifikasi Produksi Pangan (Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, Sumbar, Lampung, Kalsel, Sulsel) (1981), kerjasama dengan Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Penyusunan Prosedur Studi Potensi Wilayah Tahap II (1981), kerjasama dengan Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Studi Pengembangan Jaringan Jalan Kalimantan Tengah dan Kalimanatan Timur (1981), kerjasama dengan Proyek Perencanaan Umum, Direktorat Jendral Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum
  • Pelaksanaan Proyek Penelitian Evaluasi Pelaksanaan Pelita III dan Identifikasi Sektor-Sektor Strategis di Jawa Tengah (1981), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Jawa Tengah
  • Persiapan Penyusunan Repelita IV Daerah Tingkat I Kalimantan Timur (1982), Bappeda Tingkat I Propinsi Kalimantan Timur
  • Penelitian Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (1982), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Kalimantan Timur
  • Pelaksanaan Penyusunan Inventarisasi Keadaan Sarana dan Prasarana dalam Menunjang Intensifikasi Produksi Pangan (D.I.Aceh, Sumut, Riau, Bengkulu, Sumsel, Kalbar, Kalteng, NTB dan Sulut) (1982), kerjasama dengan Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Studi dan Inventarisasi Data Dasar Jalan dan Jembatan di Jabar, Jateng, DIY dan Jatim (1982), kerjasama dengan Direktorat Bina Marga Program Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum
  • Penelitian Perencanaan Pembangunan Simpul Perhubungan Propinsi Kalimantan Tengah (1982), Bappeda Tingkat I Propinsi Kalimantan Tengah
  • Studi Penyusunan Silabus - Kursus Lingkungan Pemukiman (Cipta Karya) (1983), kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur
  • Program Studi Nasional Pengembangan Kawasan Industri di Indonesia, (1983), kerjasama dengan Departemen Perindustrian RI
  • Studi Investigasi Pengembangan Industri Daerah di WPP I Sumatera Bagian Utara, (1983), kerjasama dengan Departemen Perindustrian RI
  • tudi tentang Faktor Distribusi dan Transportasi Hasil Produksi Kebutuhan Industri Dasar Strategis (1983), kerjasama dengan Departemen Perindustrian RI
  • Studi tentang Dampak Kaitan Hilir Pembangunan Industri Logam Dasar (1983), kerjasama dengan Departemen Perindustrian RI
  • Penelitian Pre Screening Feasibility sepanjang 1.200 Km di Propinsi Sumsel, Lampung, Jabar, Jateng, Jatim dan NTT (1983), kerjasama dengan Direktorat Bina Program Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum
  • Penelitian Sistem Angkutan Kota di Banjarmasin (1984), kerjasama dengan Departemen Perhubungan RI
  • Penyaringan Awal Studi Kelayakan Jalan dan Jembatan Sepanjang 1.000 Km di NTT (1984), kerjasama dengan Direktorat Bina Program Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum
  • Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun Daerah III Jawa Tengah (1984), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Jawa Tengah
  • Studi/Penyusunan Rencana Induk Perhubungan Tahap I (1984), kerjasama dengan Departemen Perhubungan RI
  • Studi/Penyusunan Rencana Induk Perhubungan Tahap II (1985), kerjasama dengan Departemen Perhubungan RI
  • Penelitian Kriteria Kota yang memerlukan Penanganan Angkutan Kota (1985), kerjasama dengan Pusat Penelitian Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan
  • Studi Sistem Transportasi Kota di Kotamadya Tegal, Jawa Tengah, (1985), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Jawa Tengah
  • Penyaringan Awal Studi Kelayakan Jalan dan Jembatan Panjang 700 Km Sumut, Riau, dan Bengkulu (1985), kerjasama dengan Direktorat Bina Program Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum
  • Studi Penyusunan Profil Dati II Kotawaringin Timur, Kapuas dan Barito Selatan (1986), kerjasama dengan Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Kalimantan Tengah
  • Studi/Penyusunan Rencana Induk Perhubungan Tahap III (1986), kerjasama dengan Departemen Perhubungan RI
  • Penelitian dalam Rangka Penetapan Kriteria Efisiensi dalam Pengelolaan dan Pengoperasian Peralatan (Sarana dan Prasarana) Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (1986), kerjasama dengan Pusat Penelitian Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan
  • Studi Khusus Penyiapan Pemukiman Transmigrasi Pola Agro Industri Transmigrasi V (1986), kerjasama dengan Direktorat Bina Program, Direktorat Jenderal Penyiapan Pemukiman, Departemen Transmigrasi.
  • Studi Rencana Induk Perhubungan Tahap IV (1986), kerjasama dengan Departemen Perhubungan
  • Studi Pemanfaatan Potensi Kasunanan Surakarta (1989), kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pariwisata, Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi
  • Studi Khusus Kelayakan Pemukiman Transmigrasi Pola Usaha Tani Tambak di Kabupaten Kotawaringan Barat dan Timur, Propinsi Kalimantan Tengah (1989), kerjasama dengan Direktorat Bina Program, Direktorat Jenderal Penyiapan Pemukiman, Departemen Transmigrasi
  • Studi Persiapan Pengembangan Kawasan Lereng Bukit Yogyakarta Upland Area Development Project (Proyek Bangun Desa II) (1989), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Studi Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Obyek Wisata (RIPOW) Pucung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta (1990), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Studi Inventarisasi Wajib Pajak Daerah dan Kerangka Analisis Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Daerah Kotamadya Yogyakarta (1990), kerjasama dengan Bappeda Tingkat II Kotamadya Yogyakarta
  • Pengamatan Lapangan untuk Pemantapan Obyek Wisata Kecamatan Kota Bangun dan Sekitarnya (1990), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Kalimantan Timur
  • Penelitian Strategi Kepariwisataan Daerah Istimewa Yogyakarta (1990), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Studi Kebutuhan Penyediaan Perumahan Daerah Istimewa Yogyakarta (1990), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Studi Sistem Perkotaan Daerah Istimewa Yogyakarta (1990), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penelitian Awal Pengembangan Pariwisata (Inventarisasi Potensi) Kabupaten Dati II Kulonprogo (1990), kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  • Studi Evaluasi Perkembangan Daerah dalam Rangka Penyusunan Pola Dasar dan Indikasi Program Repelita VI Propinsi Dati I Jambi (1992), kerja sama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Jambi
  • Studi Kawasan Rawan Bencana di Yogyakarta (1992), kerjasama dengan DTKTD, Ditjen. Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Transformasi Struktur Wilayah Pendekatan di Koridor Perkotaan JOGLOSEMAR dalam rangka Pelaksanaan Penelitian Hibah Bersaing XI kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional (2003)
  • Karakter Ruang Lokal Sebagai Mainstream Perencanaan Pembangunan Lokal (Upaya Menyumbang Pendekatan Subtansi Teori Lokal untuk Pembangunan Lokal) dalam rangka kerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi (LIPI) (2003)
  • Inventarisasi Sumber Daya Alam (SDA) di Pulau Bintan dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kepulauan Riau (2003)
  • Penyusunan Profil Sumber Daya Kehutanan di Pulau Bintan dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kepulauan Riau (2003)
  • The Effects of Korean Investment on Regional Development in Indonesia Until 1998 dalam rangka kerjasama dengan ASEAN University Network, Bangkok, Thailand
  • Karakter Ruang Lokal sebagai Mainstream Perencanaan Pembangunan Lokal (Upaya Penyumbangan pendekatan dan substansi teori lokal untuk pembangunan lokal) dalam rangka kerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi RI (2004)
  • Transformasi Struktur Wilayah Pendekatan di Koridor Perkotaan JOGLOSEMAR dalam rangka Pelaksanaan Penelitian Hibah Bersaing XI kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional (2004)
  • Survai Asal Tujuan Transportasi Nasional (SALTRANNAS) (1988), kerjasama dengan Departemen Perhubungan RI
  • Karakter Ruang Lokal Sebagai Mainstream Perencanaan Pembangunan Lokal, dalam rangka kerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi LIPI, (2002)

2. Perencanaan Spasial (Spatial Planning)

  • Perencanaan Land Use Zoning Regulation Pantai-Pantai Selatan DIY (1980), kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pariwisata Departemen Perhubungan
  • Penyusunan Rencana Teknis Satuan Pemukiman di 2 SKP Sitiung I dan II (1980), kerjasama dengan Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Pembuatan Rencana Teknis Satuan Pemukiman Transmigrasi secara Plan As You Proceed di Propinsi Maluku, Sulawesi Tenggara, Irian Jaya (3 lokasi) (1981), kerjasama dengan Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Penyusunan RKSKP Dorosago XVIII/C, dan D, Maba XVIIIc/A, B, dan C, Maluku (1986), kerjasama dengan Direktorat Bina Program, Direktorat Jenderal Penyiapan Pemukiman, Departemen Transmigrasi
  • Penyusunan Rencana Kerangka Satuan Kawasan Pembangunan (RKSKP) Panopa, WPP/SKP XId/B, C, D, dan E, Telaga WPP/SKP XIIIa/A, dan B, (1985), kerjasama dengan Direktorat Bina Program, Direktorat Jenderal Penyiapan Pemukiman, Departemen Transmigrasi
  • Penyusunan Rencana Struktur Tata Ruang Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (1991), kerjasama dengan Bappenas. Penyusunan Rencana Struktur Tata Ruang Propinsi Daerah Tingkat I Propinsi Jambi (1991), kerjasama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Bappeda Tk I Propinsi Jambi
  • Penyusunan Rencana Umum Tata Ruang Daerah Tingkat II Kabupaten Tanjung Jabung, Propinsi Jambi (1991), kerjasama dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Tanjung Jabung Propinsi Jambi
  • Penyusunan Rencana Umum Tata Ruang Daerah Tingkat II Kabupaten Bungo Tebo, Propinsi Jambi (1991), kerjasama dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Bungo Tebo Propinsi Jambi
  • Penyusunan Rencana Umum Tata Ruang Daerah Tingkat II Kabupaten Sarolangun Bangko, Propinsi Jambi (1991), kerjasama dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Sarolangun Bangko Propinsi Jambi
  • Penyusunan Rencana Umum Tata Ruang Daerah Tingkat II Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi (1991), kerjasama dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Batanghari Propinsi Jambi
  • Penyusunan Rencana Umum Tata Ruang Daerah Tingkat II Kabupaten Sleman, Propinsi DIY (1991), kerjasama dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Sleman Propinsi DIY
  • Penyusunan Rencana Umum Tata Ruang Daerah Tingkat II Kabupaten Bantul, Propinsi DIY (1991), kerjasama dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Bantul Propinsi DIY
  • Desain Sistem Informasi Penunjang Perencanaan Tata Ruang Perbukitan, Daerah Istimewa Yogyakarta (1992), kerjasama dengan Bappeda Propinsi DIY
  • Evaluasi Rencana Induk Kota Yogyakarta (Tahap I) (1992), kerjasama dengan Bappeda Tingkat II Kotamadya Yogyakarta
  • Penyusunan Masukan Teknis Pola Kebijaksanaan Penataan Bangunan (1992), kerjasama dengan DITTABA, Ditjen. Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Penyusunan Masukan Teknis Prosedur Pokok Penyelenggaraan Bangunan Negara (1992), kerjasama dengan DITTABA, Ditjen. Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Rencana Tata Ruang Sekitar Daerah Genangan Proyek PLTA Koto Panjang (1993), kerjasama dengan PLN Bukittinggi
  • Rencana Umum Tata Ruang Kota Yogyakarta (1993), kerjasama dengan Bappeda Tingkat II Kotamadia Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Detail Teknis Kawasan Tamansari dan Pasar Burung Ngasem (1993), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Detail Teknis Kawasan Kukup Kabupatn Gunungkidul (1993), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Rencana Teknik Ruang Kota Blok Kawasan Jalan Perwakilan Kotamadia Yogyakarta (Tahap Penyusunan Perangkat Perencanaan) (1993), kerjasama dengan Dinas Tata Kota Kotamadia Yogyakarta
  • Rencana Teknik Ruang Kota Blok Kawasan Jalan Perwakilan Kotamadia Yogyakarta (1993), kerjasama dengan Dinas PU Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan DIY-Jawa Tengah (1993), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Wilayah Perbatasan DIY-Jawa Tengah (1994), kerjasama dengan Bappeda Tk I Propinsi DIY
  • Studi Rencana Detail Pembangunan Pantai Glagah dan Kawasan Kaliurang (1994), kerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY
  • Penelitian Pemekaran Wilayah Kabupaten Dati II Kutai (1996), kerjasama dengan Bappeda Tk I Kalimantan Timur
  • Penyusunan Rencana Detail Teknis Kawasan Krakal (1996), kerjasama dengan Dinas Pariwisata D.I.. Yogyakarta
  • Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi D.I. Yogyakarta (1997), kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi D.I.Yogyakarta
  • Rencana Detail Teknis (RDT) Kawasan Waduk Sermo (1997), kerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY
  • Penyusunan Kembali RTRW Kabupaten Dati II Bantul (1998), kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi DIY
  • Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten Bantul (lanjutan) (1999), Kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Desain Penataan Kota Tanjung Redeb, dalam rangka kerjasama dengan Dinas Tata Kota Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Berau (2001)
  • Penyusunan program Pembangunan Prasarana Kota terpadu (P3KT) di Tanjung Redeb, dalam rangka kerjasama dengan Dinas Tata kota Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Berau (2001)
  • Studi penetapan Lokasi Penyusunan rencana detail Ibukota Baru Kabupaten Kepulauan Riau, dalam rangka kerjasana dengan Bappeda Kabupaten Kepulauan Riau, (2002)
  • Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan BWK A&B Tanjung Radeb, dalam rangka kerjasama dengan Dinas Tata Kota Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Berau (2002)
  • Penyusunan Program Pembangunan Prasarana Dasar Permukiman Perdesaan (PDP3D) Kabupaten Mojokerto, dalam rangka kerjasama dengan Bappeda Kabupaten Mojokerto (2002)
  • Perencanaan Sistim Transportasi Kota Bontang, dalam rangka kerjasama dengan Bappeda Kota Bontang (2002)
  • Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi DIY, dalam rangka kerjasama dengan Bappeda Propinsi DIY (2002)
  • Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sleman dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Sleman (2003)
  • Penajaman Rencana Umum Tata Ruang Daerah dan Pembuatan Peta Potensi Wilayah Kabupaten Tulang Bawang dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Tulang Bawang (2003)
  • Penyusunan RDTR D Kota Manokwari dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Manokwari Propinsi Irian Jaya (2003)
  • Penyusunan RUTR Ibukota Kota Bintuni dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Manokwari, Propinsi Irian Jaya (2003)
  • Penyusunan RUTR Kota Rasei dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Manokwari, Propinsi Irian Jaya (2003)
  • Peninjauan Kembali RTRW Kabupaten Luwu Utara dalam rangka Kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Luwu Utara (2004)
  • Penyusunan Rencana Detil Tata Ruang Kota Menggala, Kabupaten Tulangbawang, kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Tulangbaeang, Lampung. (2004)
  • Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Bujung Tenuk, Kabupaten Tulangbawang, kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Tulangbawang, Lampung. 2004
  • Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Kaimana, Kabupaten Kaimana, kerjasama dengan Dunas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Kaimana (2004)
  • Rencana Tata Ruang Wilayah Pusat Pemerintahan Teluk Bintuni, kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Teluk Bintuni (2004)
  • Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Kota (BWK) C Kota Bintuni, kerjasama dengan BAPPEDA Kabuapten Teluk Bintuni (2004)
  • Pekerjaan Studi Rencana Induk Pelabuhan, Kawasan Industri dan Perdagangan serta Relokasi Penduduk di Pelabuhan Bojonegara, kerjasama dengan PT. PELINDO II Bojonegara (2005)
  • Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kelautan Kabupaten Kepulauan RIAU, kerjasama dengan BAPPEDA Kabuapten KEPRI konsorsium dengan PT. Yudha Pratama Langgeng (2005)
  • Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kepulauan Riau, kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten KEPRI konsorsium dengan PT. Yudha Pratama Langgeng (2005)
  • Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) BWK A2 Kota Kaimana, kerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Kaimana (2005)
  • Penyusunan kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Yapen (darat dan laut), kerjasama swakelola dengan Kabupaten Yapen (2005)
  • Penyusunan Rencana Master Plan Pelabuhan Tangguh Kabupaten Bintuni, kerjasama dengan PT. PELINDO PUSAT (2005)
  • Penyusunan kembali Master Plan KAPET Biak, kerjasama dengan Badan Pengelola KAPET Biak (2005)

3. Perencanaan Pembangunan (Development Planning)

  • Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah Tahap I (1986), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Tengah
  • Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata DIY Tahap I (1986), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah Tahap II (1987), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Tengah
  • Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata DIY Tahap II (1987), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Rencana Induk Pembangunan Obyek Wisata (RIPOW) Parangtritis (1987), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Rencana Induk Pembangunan Obyek Wisata (RIPOW) Taman Wisata Prambanan Zone III (1988), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Obyek Wisata (RIPOW) Desa Kasongan, Bantul, DIY (1989), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Obyek Wisata (RIPOW) Taman Suroloyo, Kulonprogo, DIY (1989), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Obyek Wisata (RIPOW) Pantai Wediombo, Jepitu-Balong, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta (1990), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyempurnaan Buku Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Tengah dalam rangka Penyusunan Rencana Peraturan Daerah (1990), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Dati I Jawa Tengah
  • Penyusunan Kompilasi Data Tata Air DIY, Analisis Daya Guna dan Kemungkinan Pengembangan Pemanfaatan di Masa Datang (1990), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyempurnaan Buku Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (1990), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Obyek Wisata (RIPOW) Goa Gelaran (1991), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Propinsi Dati I Riau (1992), kerja sama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Riau
  • Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Obyek Wisata (RIPOW) Pantai Baron, Kukup dan Krakal di Propinsi DIY (1992), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi DIY
  • Rencana Induk Pengembangan Obyek Wisata Pantai Baron, Kukup dan Krakal (1992), kerjasama dengan Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Penyusunan Rencana Pembangunan Lima Tahun Keenam (REPELITA VI) Propinsi Jambi (1993), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Jambi
  • Penyusunan Rencana Induk Pengembamgan Pariwisata Daerah se Propinsi Riau (Tahap II) (1993), kerja sama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Riau
  • Studi Pengembangan Pertanian Terpadu di Wilayah PLTA Kotopanjang, (1993), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Riau
  • Penyusunan Rencana Jangka Menengah Dalam Rangka Operasionalisasi RTRW Kabupaten Batanghari, Propinsi Jambi (1993), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Jambi
  • Prospek Rumah Sangat Sederhana (RSS) Sebagai Strategi Pemecahan Masalah Perumahan Para Miskin Kota Pada PJPT II (1994), kerjasama dengan Proyek Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK), Jakarta
  • Studi Pengembangan Sistem Angkutan Pedesaan dan Desa Pertumbuhan (1994), kerjasama dengan LITBANG HUBDAR, Departemen Perhubungan
  • Studi Lama Tinggal Wisatawan (1994), kerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY
  • Studi Dampak Sosial Ekonomi Pengembangan Pulau Bintan (1994), kerjasama dengan PT. BUANA MEGAWISTAM, Jakarta
  • Penelitian/ Studi Kelayakan Kawasan Pusat-Pusat Pertumbuhan Buton, Kolaka, Kendari (BUKARI) (1995), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Sulawesi Tenggara
  • Studi Pengembangan Hutan Mangrove Rakyat di Pantai Timur Propinsi Jambi (1995), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Jambi
  • Program Pengembangan Kawasan Desa-Kota (Rural Urban Area Development) (1996), kerjasama dengan Bappenas
  • Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Andalan Seram (1997), kerjasama dengan Dit. Bina Tata Kota Perkotaan dan Perdesaan, Ditjen. Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum
  • Evaluasi Paruh Waktu (Midterm) Pelita VI Daerah Propinsi Dati I Jawa Tengah (1997), kerjasama dengan Bappeda Tk I Jawa Tengah
  • Penyusunan Indikasi Program Jangka Menengah Dinas Pariwisata Propinsi DIY (1997), kerjasama dengan Dinas Pariwisata
  • Poverty Alleviation Through Rural – Urban Linkages (PARUL) untuk Propinsi Irian Jaya (1998), kerjasama dengan Urban and Regional Development Institute (URDI)
  • Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Andalan Yogyakarta dan sekitarnya (1999), Kerjasama dengan Bappeda Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Replikasi dan Proyek Pilot pengembangan Ekonomi Masyarakat di Daerah (PEMD) Kabupaten Kulonprogo (1999), Kerjasama dengan Bappenas
  • Rencana Pengelolaan Kawasan Rawapening (1999), Kerjasama dengan Bappeda Propinsi Jawa Tengah
  • Pengkajian dan Perencanaan Pengelolaan dan Pengendalian Kependudukan Kabupaten Siak TA 2002-2020, dalam rangka kerjasama dengan Bappeda Kabupaten Siak, (2002)
  • Penyusunan Strategis Sektor Kesehatan Kabupaten Siak TA 2002-2020, dalam rangka kerjasama dengan Bappeda Kabupaten Siak, (2002)
  • Penyusunan Pengembangan Kawasan Tertinggal, kerjasama dengan Bappeda Propinsi DIY (2000)
  • Penyusunan Program Pembangunan Daerah (PROPEDA) Kabupaten Kutai Timur, kerjasama dengan Bappeda Kabupaten Kutai Timur (2000)
  • Penataan dan Pengaturan Usaha Pertambangan di Kawasan Gunung Merapi, kerjasama dengan Dinas Pertambangan Propinsis Jawa Tengah (2000)
  • Evaluasi Sosial dan Ekonomi dan Perhitungan PDRB Kabupaten Siak, kerjasma dengan Bappeda Kabupaten Siak (2000)
  • Penyusunan POLDAS Kabupaten Siak dan PROPEDA Kabupaten Siak 2001-2005, kerjasama dengan Bappeda Kabupaten Siak (2000)
  • Studi Potensi dan Peluang Usaha dalam Upaya Mobilitas Penduduk, kerjasama dengan Badan Administrasi Kependudukan dan Mobilitas Penduduk RI (2000)
  • The Study on Local Public Administration Reform . Dalam rangka menjalin kerjasama dengan Japan International Agency (JICA), 2000
  • The Best Practice Cases Studies of Regional Development Activies With Local Intiatives, dalam rangka menjalin kerjasama dengan Japan International Agency (JICA), 2000
  • Klasering Desa Tersebar di 17 Kecamatan, Kabupaten Bantul, dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Bantul (2001)
  • Penelitian Peta Distribusi Kewenangan Antara Propinsi, Kabupaten dan Kota di DIY, dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Propinsi DIY (2001)
  • Perencanaan dan Studi Kelayakan Peluang Usaha BUMD Kabupaten Siak, dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Siak, (2001)
  • Pengendalian Perencanaan dan Evaluasi Proyek Pembangunan Kabupaten Natuna, dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Natuna, (2001)
  • Penyusunan POLDAS, RENSTRA Kabupaten Kutai Timur, dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur, (2001)
  • Penyusunan Revisi PROPEDA Kota Bontang, dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kota Bontang (2001)
  • Studi kelayakan Terminal Kota Bontang, dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kota Bontang (2001)
  • Penyusunan POLDAS dan RENSTRA Kota Bontang, dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kota Bontang (2001)
  • Rencana Induk Pengembangan (RIP) Kapet Seram dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Propinsi Maluku (2003)
  • Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Pemerintah Daerah Propinsi Maluku Tahun 2003-2008 dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Propinsi Maluku (2003)
  • Penyusunan Studi Peningkatan Asli daerah (PAD) Kabupaten Yapen Waropen dalam rangka kerjasama dengan Dinas Pengelolaan Pendapatan Daerah Pemda Kabupaten Yapen Waropen Propinsi Irian Jaya (2003)
  • Penyusunan Master Plan Agropolitan Sleman Tahun 2005-2009, kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Sleman (2004)
  • Evaluasi Pelaksanaan Program Proyek Tahun 2001-2005 Dalam kaitannya dengan Tolok Ukur RENSTRA Kota Bontang, kerjasama dengan BAPPEDA Kota Bontang (2004)
  • Penyempurnaan Business Plan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, kerjasama dengan BAPPEDA Propinsi Dearah Istimewa Yogyakarta (2004)
  • Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), kerjasama swakelola dengan BAPPEDA Kota Bontang (2005)

4. Penelitian dan Kerjasama Lain

  • Program Studi Pengembangan Ilmu Wilayah dan Teknologinya (1977), kerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL)
  • Program Studi Pengembangan Ilmu Wilayah dan Teknologinya (lanjutan) (1978), kerjasama dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL)
  • Desain Program Sistem Informasi Pedesaan Propinsi, Daerah Istimewa Yogyakarta (1992), kerjasama dengan Bappeda Propinsi DIY
  • Sistem Informasi Pengembangan Lereng Bukit di DIY (1992), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Sistem Laporan Usulan Proyek (1993), kerjasama dengan Bappeda Tingkat I Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Pengembangan Aplikasi Data Tematik MCMA (1998), Kerjasama dengan Bakosurtanal
  • The Study on Institutional Capacity of Local Government in Development Planning (Institutional Capacity Assessment of Bappeda) For West Java and Central Java Provinces (1999), Kerjasama dengan The Japan International Cooperation Agency, Indonesia Office (JICA), Indonesia Office (1999)
  • Pelaksanaan Kajian Standar Kapasitas Institusi Perencanaan Pemerintah Pusat dan Daerah, dalam rangka kerjasama dengan BAPPENAS (2002)
  • Assessment Calon Direksi BUMD Kota Bontang dalam rangka kerjasama dengan SETDA Kota Bontang (2003)
  • Pengelolaan Data perencanaan Pembangunan, dalam rangka kerjasama dengan BAPPEDA Kabupaten Natuna, (2001)
  • Penyusunan, Pengelolaan Data Pembangunan dan Analisa Pelaporan PDP3D Kabupaten Natuna, dalam rangka kerjasama dengan Bappeda Kabupaten Natuna, (2002)
  • Penyusunan Master Plan Agropolitan Sleman (2005-2009), kerjasam dengan Bappeda Kabupaten Sleman (2004)

Copyright (c) Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Regional - Universitas Gadjah Mada
GKU Ilmu-ilmu Sosial
Jl. Sosio Yustisia, Bulaksumur, Yogyakarta - 55281
Telp. (0274) 566361, 901263, 901264 Fax. (0274) 562800
www.psppr-ugm.net
e-mail: surat@psppr-ugm.net, psppr_gku@yahoo.com